CLOSE
  • A. Nurul Huda
  • 07 May 2015
  • Visitor
  • Artikel
Sambutan Ketua STAINU

Assalamualaikum Warohmatullahi wa Barokatuh

Alhamdulillah, puji dan syukur kepada Allah SWT, shalawat serta salam senantiasa tersanjung kepada Nabi dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. dengan berkat, anugerah, kekuatan, serta kesehatan, kudrat iradat-Nya kepada kami sehingga upaya pengembangan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama melalui Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta terus berjalan dan mengalami peningkatan.

Di usianya yang menapaki 15 tahun ini, pengembangan UNUSIA Jakarta diorentasikan kepada terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, tangguh, dan juga populis. Kata “Unggul” hendak menandaskan bahwa perguruan tinggi ini harus mengusung watak keunggulan yang dicirikan dengan melekatnya kompetensi dan kualifikasi mutu,baik input, proses, maupun output. Di samping itu juga adanya watak kompetitif yang selalu bergerak menuju dinamika pengembangan.

Sementara lema “Tangguh” ingin mendedahkan bahwa perguruan tinggi ini harus tangguh secara manejerial. Dengan semangat ketangguhan itu diharapkan perguruan tinggi ini terus beranjak dari level bertahan menuju ke level berkembang lalu kemudian tinggal landas menuju level bersaing.

Adapun lema “Populis” berarti perguruan tinggi ini menjunjung tinggi serta mengakui hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil. Artinya dengan semangat pengembangan pendidikan untuk semua maka perguruan tinggi harus hadir untuk siapa dan dari kalangan apa saja.

Spirit dan watak keislaman secara parsial tidak menjadi satu-satunya strategi pengembangan melainkan mengharuskan suatu pendekatan keilmuan yang di dalamnya terjiwai watak  riset, nalar kritis, rasional dan kreatif.  Keunggulan yang terintegrasi di dalam keislaman dan keilmuan masih dirasa terlalu normatif dan instrumental sehingga pengembangan UNUSIA ke depan menghajatkan etika komunikasi yang membumi ke dalam konteks kebangsaan yang mengakomodir nilai-nilai etis dan estetis berupa integritas, toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), moderasi (tawasuth), dan apresiatif terhadap kearifan lokal (local wisdom). Singkat kata, bahwa strategi pengembangan UNUSIA Jakarta diyakini akan tercapai apabila karakteristik "Tangguh, Unggul dan Populis" yang melekat pada sifat UNUSIA menjiwai trilogi keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.

Upaya-upaya pencapaian tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan dan program penyelenggaraan UNUSIA Jakarta yang  tergambarkan melalui website ini. Walaupun masih terbatas dan sederhana tetapi hal ini adalah wujud upaya dan usaha untuk selalu berkembang dan meningkatkan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Segala bantuan dan dukungan demi pengembangan pendidikan khususnya di UNUSIA Jakarta kami harapkan, dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Wallohul Muwaffiq ila awamith thoriq

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, Januari 2018

Rektor Unusia Jakarta,

 

Prof. Dr. Maksoem Machfudz, M.Sc