CLOSE
  • A. Nurul Huda
  • 27 December 2016
  • Visitor
  • Profil Program Studi
Profil Program Studi S1 Sosiologi

SEKILAS PROGRAM STUDI SOSIOLOGI UNU INDONESIA 

Dalam pengertian yang sangat umum, sosiologi dapat didefinisikan sebagai suatu kajian sistematik tentang interaksi dan relasi-relasi antar individu, kelompok, dan institusi. Sosiologi mempelajari bagaimana masyarakat dan budaya membentuk perilaku individu, demikian juga bagaimana tindakan individu dan kolektif dapat membentuk dan mempengaruhi perkembangan organisasi sosial dan perubahan kebudayaan. Sosiologi membantu memahami, misalnya, bagaimana norma-norma dan nilai-nilai membentuk kehidupan masyarakat; bagaimana sekelompok masyarakat mengorganisir diri untuk melakukan tindakan kolektif; bagaimana kekuasaan bekerja di dalam suatu sistem politik dan di dalam kehidupan sehari-hari; serta bagaimana pula ketimpangan sosial dipertahankan dan sebaliknya bagaimana kesetaraan sosial dapat diraih.

Sosiologi dapat membantu individu atau kelompok masyarakat untuk mengetahui kesempatan-kesempatan hidup mereka, mengetahui perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat, dan pilihan strategi pemberdayaan sosial-politik yang mungkin dioperasikan. Prinsipnya, bagi mereka yang berkepentingan dengan upaya rekayasa sosial, sosiologi dibutuhkan untuk memahami apa dan bagaimana situasi masyarakat dimana rekayasa sosial tersebut akan dikerjakan.

Program Studi Sosiologi UNU Indonesia dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan peneliti dan analis sosial hingga tenaga pendidik, serta perancang, pelaksana dan evaluator kebijakan. Ia juga mempersiapkan calon-calon pemimpin dan tenaga-tenaga yang cakap dan kompeten baik di lembaga pemerintah maupun non-pemerintah, baik pekerja di sektor wirausaha mandiri dan bisnis maupun pendamping masyarakat/komunitas. Selain berorientasi terapan (applied sociology) yang dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan calon praktisi sosial dan community leader, Prodi Sosiologi UNU Indonesia juga mencetak ilmuwan sosial yang akan ambil peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mampu merumuskan solusi-solusi baru dan kreatif atas aneka permasalahan yang ada di masyarakat.

Signifikansi dan kebutuhan sosiologi di atas melatarbelakangi pembentukan Program Studi Sosiologi bersamaan dan melalui keluarnya ijin pendirian Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 18 Juni 2015. Mulai Tahun Akademik 2015/2016 Prodi Sosiologi menerima mahasiswa baru untuk pertama kalinya.

Sesuai dengan visi dan misi UNU Indonesia, Prodi Sosiologi akan mengantarkan mahasiswa menjadi insan yang punya keunggulan akademik, bertanggung jawab, dan kreatif. Sekaligus menjadi warganegara dan pemimpin yang mampu mengambil keputusan berdasarkan kompetensi, kepekaan nurani, dan kepedulian sosial. Program studi sosiologi diharapkan dapat melahirkan tenaga-tenaga profesional yang berkarakter dan siap berkarya dan berkompetisi di era global serta memiliki komitmen pada keunggulan dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin.

 

VISI PRODI SOSIOLOGI:

Menjadi program studi bermutu unggul dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat serta menyediakan pondasi akademik yang kuat yang membantu mahasiswa untuk berpikir secara sosiologis, berkomunikasi secara jelas, bertindak secara bijak, dan hidup secara etis pada tahun 2020

MISI:

a.            Menyelenggarakan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan saintifik dan kemampuan menalar secara etis untuk menghasilkan sarjana Sosiologi yang terampil dalam melakukan analisis sosial dan yang memiliki tanggung jawab etis dalam bertindak;

b.            Melaksanakan dan memajukan penelitian dalam bidang kajian Sosiologi yang inovatif dan yang mengandung komitmen mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi;

c.             Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mengatasi masalah-masalah sosial kemasyarakatan.

TUJUAN:

  1. Menghasilkan sarjana Sosiologi yang memiliki ketrampilan riset dan analisis sosial yang solid secara teoritis dan ketat secara metodologis serta berkomitmen untuk terlibat dalam perbaikan, pengembangan, dan kemajuan masyarakat;
  2. Menghasilkan peneliti sosial yang kompeten dan inovatif yang berkomitmen terhadap, serta produk penelitian sosial yang berdaya guna bagi, penyelenggaraan kehidupan sosial yang lebih adil dan manusiawi;
  3. Menghasilkan kontribusi sosial yang positif secara langsung kepada masyarakat luas dalam kerangka pengabdian dan pemberdayaan berbasis ilmu pengetahuan dan penelitian

KOMPETENSI LULUSAN

Lulusan pendidikan Prodi Sosiologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia diharapkan mempunyai kompetisi sebagai berikut:

  1. Kemampuan mengenali, mengamati, menganalisa, melakukan pendekatan dan memecahkan masalah-masalah sosial dan pembangunan.
  2. Pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan daya kreativitas serta kemampuan inovatif ilmiah dalam penelitiannya.
  3. Kemampuan dasar yang cukup untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
  4. Kemampuan melakukan penelitian sosial-kemasyarakatan dan melakukan analisis pada isu-isu pembangunan social.
  5. Kemampuan mengulas publikasi ilmiah, membuat ringkasan, mengartikan data dan menarik kesimpulan serta dapat mengambil manfaat praktis dari suatu penemuan dalam kaitannya dengan penggunaan analisa kebijakan sosial dalam pembangunan.
  6. Kemampuan bertindak secara bertanggung jawab berdasarkan etika Islam Ahlussunah wal Jama’ah dalam konteks lingkungan masyarakat yang majemuk.

Berdasarkan kompetensi utama di atas dan kompetensi-kompotensi pendukung yang terintegrasi dalam kurikulum Prodi Sosiologi, lulusan/sarjana Sosiologi diproyeksikan akan menempati bidang-bidang kerja sebagaimana tergambar dalam tabel berikut:

Proyeksi Profil Lulusan Prodi Sosiologi

MACAM KOMPETENSI

KUALIFIKASI BIDANG KERJA

INSTANSI

Kompetensi utama:

  1. Pemahaman teori dan konsep.
  2. Metodologi dan Pengumpulan data (wawancara, observasi partisipan, menyusun kuesioner, dan data sekunder), analisis data (termasuk analisis kualitatif dan analisis statistic kuantitatif berbasis SPSS), dan skill presentasi.
  3. Kemampuan diplomasi (negosiasi, retorika)
  4. Analisis Kebijakan
  5. Networking (modal sosial)
  6. Leadership

Bidang Kerja Utama:

  1. Ilmuwan sosial
  2. Peneliti dan analisis sosial
  3. Konsultan
  4. Perencana pembangunan
  5. Perencana, pelaksana dan evaluator dampak program
  6. Tenaga pendidik

 

  1. Instansi Pemerintah (Bappenas/ Bappeda, Depsos, Menko Kesra dan Taskin, MenNeg Pemberdayaan Perempuan, Depdiknas, Deptan dan Legislatif)
  2. Instansi Swasta (korporat dan Sosial).
  3. Sekolah/Madrasah

Kompetensi Pendukung:

  1. Metode Pemberdayaan Masyarakat
  2. Ketrampilan komunikasi oral dan tulisan
  3. Bahasa Inggris
  4. Ketrampilan manajemen teamwork dan manajemen perubahan
  5. Pengembangan diri
  6. Menulis ilmiah

Bidang Kerja Tambahan:

  1. NGO
  2. Jurnalis
  3. Wirausaha mandiri
  4. Analis Pasar

 

  1. Instansi Swasta nasional maupun transnasional
  2. Kerja mandiri

 

 

KURIKULUM PRODI S1 SOSIOLOGI

Gelar Sarjana Sosiologi (S.Sos) diperoleh mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahan sebanyak minimal 144 SKS (sistem kredit semester). Kurikulum didesain sedemikian rupa sehingga para lulusan mencapai standar kompetensi yang diharapkan, yang mencakup: kompetensi utama (40-80 %), kompetensi pendukung (20-40 %), dan kompetensi khusus (0-30 %). Untuk mencapai tujuan belajar yang telah direncanakan, Program Studi Sosiologi telah menyusun sejumlah matakuliah dalam kegiatan akademik yang harus ditempuh mahasiswa.

Sesuai dengan struktur kurikulum yang telah disepakati pada tingkat universitas bahwa kurikulum di setiap program studi lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia terdiri dari: (1) Kluster matakuliah wajib Universitas; (2) Kluster matakuliah wajib program studi; (3) Kluster matakuliah pilihan bebas program studi; (4) Kluster matakuliah pilihan terbatas program studi; dan (4) Kluster matakuliah pilihan terbatas non-program studi.

Kurikulum Prodi Sosiologi UNU Indonesia pada dasarnya didesain dengan mengintegrasikan tradisi pendidikan pesantren dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan di Abad ke-21. Ia ditujukan untuk menyiapkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan mahasiswa agar dapat berkontribusi positif dan efektif kepada masyarakat; selain itu juga ditujukan untuk menantang dan membangkitkan gairah imajinasi mereka. Satuan Acara Perkuliahan dirancang untuk menumbuhkan dan mengembangkan daya intelektual, emosional dan spiritual mahasiswa sebagai sosok person manusia yang utuh (whole human being, al-insan fi ahsani taqwim, insan kamil).

Integrasi Wawasan Pesantren dan Wawasan Abad ke-21
Dalam Menjawab Problem Kemasyarakatan sebagai Fenomena yang Kompleks

 

WAWASAN ABAD 21

MAKNA DAN RELEVANSINYA

TRADISI PEMBELAJARAN PESANTREN

Global understanding

Pentingnya mengetahui dan memahami latar-belakang sejarah, nilai dan budaya dari individu-individu atau kelompok-kelompok lain yang berbeda untuk mengetahui titik tengkarnya dan mencari titik temu.

Al-’adah muhakkamah; pentingnya kesadaran historis, kesadaran konteks, sejarah makna kata/gagasan –“Misteri Kata-Kata” (Gus Dur)

Critical judgment

Pentingnya penilaian kritis, reflektif,  objektif  dan jujur terhadap realitas, pernyataan, tindakan dan keputusan yang menyangkut baik karya-karya maupun yang terkait kemaslahatan public; ia mensyaratkan penalaran logis.

 

Reasoning

Pentingnya penalaran logis (deduksi dan induksi) dalam pengembangan sains dan menemukan kebenaran.

Melekat dalam pembelajaran Ilmu Mantiq, dan terlihat dalam debat-debat forum bahstul masail.

Clear communication

Pentingnya komunikasi yang jelas dan dipahami oleh masyarakat atau komunitas yang relevan; pentingnya retorika yang sesuai konteks dan audiens untuk mempengaruhi publik

Melekat dalam strategi dakwah, signifikansinya tercermin dalam frase-frase: Qaulan sadida, Qaulan baliga, Qaulan maisura, Qaulan layyina, dan Qaulan ma’rufa

Ethical decision making

Pentingnya penalaran etis berdasarkan kategori nilai (norma-norma budaya, agama, etika sosial), maslahah/manfaat, dan signifikansinya dalam rangka membimbing tindakan personal maupun kolektif dalam situasi tertentu yang kompleks. Ia penting untuk memberi respon langsung baik jangka pendek maupun jangka panjang yang menuntut pengambilan keputusan secara etis baik mengenai pilihan-pilihan personal maupun kolektif; keputusan mestilah dapat dipertanggung jawabkan secara social, moral dan generasional.

Melekat dalam etika atau prinsip pengambilan keputusan. Dipelajari dalam kitab qawa’idul ahkam fi masalihil anam, dan kitab-kitab lain. Kemampuan bersikap arif dan bijaksana dan berpegang pada etika tindakan (kesabaran, keteguhan, keikhlasan, dll) –“Pesantren sebagai Subkultur (Gus Dur)”

Social engagement

Pentingnya keterlibatan publik untuk mengatasi problem kemasyarakatan yang makin kompleks; pentingnya sikap bela-rasa dan kepedulian kepada yang lain (love and compassionate). –Etika kepedulian

Tercermin dalam ajaran-ajaran Rahmatan lil-alamin, istishlah, dll. Pepatah Arab: “al-ilmu bi-la ‘amalin ka-syajarin bi-la tsamarin” , ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah.

Refleksi Tematik

Pentingnya memahami problem social yang kompleks dalam masyarakat yang kompleks dan mengatasinya dari berbagai perspektif, dengan cara mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan pengalaman personal/social, teori dan praksis dalam kehidupan, dalam tindakan perubahan social dan gerak perbaikan.

Melekat dalam forum-forum bahstul masail mau’dhuiyyah di lingkungan pesantren

 

 

Tiga Bagian Struktur Kurikulum

Ada 3 bagian struktur kurikulum Prodi Sosiologi, yakni (1) Pondasi, (2) Eksplorasi dan (3) Integrasi. Masing-masing memiliki beberapa komponen dan setiap komponen mengandung matakuliah-matakuliah atau sub-sesi bahasan dalam suatu matakuliah.

PONDASI

EKSPLORASI

     Komponen:

  • Berpikir kritis dan Ketrampilan menulis
  • Ide dan Budaya 1 dan 2 
  • Ilmu Alamiah Dasar
  • Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
  • Komunikasi inter-personal dan public speaking (retorika)
  • Islam, Agama, dan Budaya 1

 

    Komponen:

  • Etika 
  • Keterlibatan publik
  • Kebhinnekaan: Perspektif Indonesia
  • Islam, Agama dan Budaya 2 
  • Ide dan Budaya 3
  • Sains, Teknologi dan Masyarakat
  • Islam, Agama dan Budaya 3

INTEGRASI

  • Experiential learning (belajar via pengalaman/via refleksi atas aksi) untuk keadilan social
  • Menulis ilmiah
  • Refleksi Tematik (*)

 

(*) “Refleksi Tematik”: Mahasiswa memilih sebuah tema tertentu (bisa satu atau lebih) atau problem tertentu; lalu memahami tema itu secara interdisipliner dan multi-perspektif, mencerna dan lalu merefleksikan tema itu seturut mata kuliah-mata kuliah yang diambil di kelas, juga seturut dengan perkembangan pengalaman personal dan intelektualnya dalam masa studi.

Dengan mempelajari seluruh dimensi yang ada, dan mengkonseptualisasikannya dalam suatu keutuhan para lulusan program studi ini diharapkan dapat mengoptimalisasikan potensi diri dengan baik dalam tugasnya sebagai pengamat, penganalisis, dan/atau perencana sosial, tidak hanya untuk tujuan-tujuan akademik semata, melainkan juga untuk tujuan-tujuan praktis di berbagai bidang pembangunan.

 

KEUNGGULAN PRODI SOSIOLOGI

Prodi Sosiologi UNU Indonesia memiliki keunggulan/distingsi yang membedakannya dengan Prodi Sosiologi di perguruan tinggi lain. Sebagaimana tercermin dalam Misi Prodi dan Struktur kurikulum, keunggulannya terletak pada spesifikasinya dalam area kajian agama dan kebudayaan serta interelasi keduanya dengan politik perubahan sosial. Tema-tema atau isu-isu sosial, dengan demikian, akan dikaji secara sosiologis dalam hubungannya dengan dinamika agama dan kebudayaan, dan peran agen-agen keduanya dalam mempengaruhi (mendukung/menghambat) perubahan sosial[.]