CLOSE
  • Akhyar
  • 28 February 2018
  • Visitor
  • Berita
 Hukum UNUSIA Sukses Menyelenggarakan Public Lecture dan Acara Pelantikan Kepengurusan Hima Hukum UNUSIA

Jakarta - Hukum UNUSIA sukses Acara public Lecture dan Pelantikan kepengurusan Hima Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) periode (2018-2019) pada selasa kemarin pukul 13.00 WIB - selesai (27/02/2018) di Ruang Aula lantai 4 Kampus Nusantara, UNUSIA Jl.  Taman Amir Hamzah 5 Pegangsaan,  Jakarta Pusat. Acara yang bertajuk "Re-Konstruksi Organisasi Hima Hukum untuk Membangun Kapasitas Keilmuan Hukum di Indonesia"  tersebut berjalan dengan sukses & Lancar sesuai rencana tanpa suatu kendala apapun. Pengurus Hima Hukum UNUSIA dilantik oleh Muhammad Afifi, MH., Dekan Fakuktas Sosial dan Humaniora UNUSIA. Acara pelantikan berlangsung secara khidmat dan cukup meriah. Acara tersebut dihadiri oleh narasumber, dosen, mahasiswa dan beberapa undangan.

Sebelum acara pelantikan dilaksanakan, acara tersebut dibuka dengan pembukaan kemudian Pembacaan kalam ilahi dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan kemudian diskusi publik dan berakhir dengan pelantikan pengurus Hima Hukum UNUSIA. Sambutan pertama oleh ketua panitia M. Ubadurrahman Al-Alawi yang menuturkan bahwa, "Acara ara ini berhasil berjalan secara lancar dan sukses meskipun dengan persiapan, dana, dan waktu yang sangat minim ini berkat solidnya anggota panitia dan ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah mensukseskan acara ini hingga berjalan sesuai rencana" katanya.

Sambutan kedua dari sahabat Aldiyansah selaku Pembina Hima Hukum UNUSIA mengatakan bahwa, "Teman-teman kedepannya harus semakin solid, kompak dan meningkatkan kapasitas keilmuan hukum kedepannya. Karena mahasiswa hukum adalah pelopor dan tolak ukur kegiatan mahasiswa di UNUSIA sejak dulu," jelasnya.

 

Kemudian di lanjutkan oleh Muhtar Said, SH., MH., Kaprodi Hukum bahwa, " Hukum UNUSIA kedepannya akan memiliki LBH yang sebentar lagi akan jadi. Hima Hukum yang setiap pekannya melakukan kajian dan diskusi hukum dengan wadah pojok hukum tak perlu khawatir meskipun dengan dana sangat minim masih akan tetap berjalan," tegasnya beliau. Beliau juga mengatakan hal senada dengan Pembimbing Hima Hukum, saifuddin Djazuli bahwa, Hima Hukum kedepannya bisa menjadi kawah candradimuka sebagai wadah tempaan agar menjadi pribadi diri yang kuat, terlatih dan tangkas dalam mengembangkan hukum Indonesia.

Selanjutnya dari Direktur Kemahasiswaan, Ahmad Nurul Huda M. Pd., Dalam Sambutannya menjelaskan bahwa, Universitas memang tugasnya adalah memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan khususnya hima-hima yang ada di UNUSIA. Ia juga mengucapkan selamat dan harapan atas pelantikan kepengurusan Hima Hukum.

"kami selaku Universitas tugasnya adalah memfasilitasi setiap kegiatan kemahasiswaan khususnya Hima-hima yang ada di UNUSIA. Saya juga mengucapkan kepada mahasiswa hukum yang terlantik agar kedepannya bisa mengemban amanah. Dan untuk Hukum UNUSIA kedepannya semoga bisa semakin maju dan bisa Go Internasional, Karena sedang membangun LBH dan kemarin Universitas baru saja melakukan penandatanganan kerja sama MOU (Memorandum Of Understanding) dengan salah satu Universitas di Tiongkok," Demikian Jelasnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi publik yang di hadiri beberapa narasumber yaitu Daniel Zuchron M. Si., Unu Herlambang SH., MH., dan Syamsul Huda Yudha SH., MH., yang menggantikan bapak Uha Suhaerudin karena Berhalangan hadir. Acara tersebut di buka oleh Ahmad Nurul Huda selaku Direktur Kemahasiswaan kemudian jalannya acara dipimpin oleh Sahabat M. Musthofal Akhyar.

Syamsul Huda Yudha SH., MH., Narasumber pertama mengatakan bahwa, Mahasiswa Hukum tugasnya adalah mencari solusi setiap masalah yang ada dan menjadi agen perubahan masa depan bangsa. Ia juga mengajak para mahasiswa agar bergerak dan berjuang untuk perubahn lebih baik bagi masa depan Indonesia. Ia juga berharap bahwa UNUSIA khususnya mahasiswa hukum terlebih Hima Hukum itu menjadi kawah candradimuka dan sebagai agen perubahan bangsa. Ia mengatakan bahwa muncunya Hima Hukum adalah sebuah insiden namun positif.

"Tugas mahasiswa hukum adalah mencari solusi setiap masalah yang ada dan jangan cuma pinter diskusi saja tapi harus bisa mengaplikasikan diskusi, kajian dan penelitian tersebut agar bisa diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena kalianlah agen-agen perubahan dan harapan saya mahasiswa UNUSIA khususnya Hima Hukum menjadi kawah candradimuka dan dalam pembuatan naskah akademik untuk Undang-undang dari naskah akademik UNUSIA" Ujarnya.

Unu Herlambang SH., MH., Peneliti dan Dosen Hukum UNUSIA, mengatakan perlunya mahasiswa hukum bersatu dan bersinergi dalam membangun Fakultas Hukum khususnya Hima Hukum UNUSIA kedepannya. Ia juga menuturkan bahwa mahasiswa hukum perlu melakukan judicial review untuk menambah pengalaman serta keilmuan hukum. Unu Herlambang juga memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kajian dan diskusi Pojok Hukum UNUSIA yang dilakukan setiap pekannya. Mengingatkan soal tugas pokok dan fungsi pembentukan Hima Hukum.

"Pembentukan Hima Hukum bukan sekedar tempat kumpul-kumpul akan tetapi progam kerjanya juga perlu di perhatikan. Tapi baguslah jika program kerjanya ada seperti Pojok Hukum yang melakukan kajian dan diskusi tiap pekannya. Dan mahasiswa Perlu judicial review ke MK (Mahkamah Konstitusi) dan Perlu Bersinergi dan saling menguatkan dalam membangun Hukum UNUSIA" Ucapnya.

Narasumber terakhir adalah Daniel Zuchron M. Si., menuturkan bahwa mahasiswa hukum harus kritis dan berwawasan luas karena zaman sekarang adalah zamannya literasi bebas tanpa batas bukan seperti dahulu membaca buku harus ke perpustakaan dan mengambil buku bawa pulang karena sulit mendapatkan buku. Serta mahasiswa hukum juga harus sering melakukan diskusi , penelitian dan kajian karena selain meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mahasiswa sendiri juga bisa di terapkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia menjelaskan dahulu kajian dan diskusi dilakukan sembunyi-sembunyi dan pindah demi menghindari aparat. Ia juga mengkritik pembuat aturan yang tidak kompatibel dan menyindir DPR soal UUMD3.

"Kita sekarang menghadapi zaman literasi bebas kita harus pintar, pintar dalam mengambil hikmah dan wisdom. Beda zaman saya membaca buku harus ke perpustakaan bukunya pada hilang karena membawanya pulang. Dan ketika melakukan diskusi dan kajian harus sembunyi-sembunyi dan berpindah-pindah untuk menghindari aparat. Perlu di ingat juga Manusia tanpa kritikan adalah seperti batu" Demikian ucapnya.

Banyak pertanyaan dan tanggapan dalam diskusi tersebut dan peserta cukup antusias memberikan respons dan pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber. Acara dimulai pada 13.30 WIB  dan berakhir pada pukul 16.30 WIB.

(Kontributor: Alfin M. Surur)